Bagaimana menyelamatkan Koperasi Indonesia Agar Keberadaannya Masih ada?

Tugas 7

Bagaimana menyelamatkan Koperasi Indonesia Agar Keberadaannya Masih ada?

Bagaimana menyelamatkan koperasi indonesia agar keberadaannya masih ada?Tentu kita harus melakukan upaya upaya yang layak demi mempertahankan keberadaan koperasi di indonesia.menurut saya upaya itu harus di lakukan oleh semua pihak mulai dari pemerintah,masyarakat dan badan usaha koperasi itu sendiri.dibawah ini akan menjelakan bebrapa upaya yang dapat dilakukan demi mempertahankan keberadaan koperasi agar masih ada di Indonesia.

Membangun Citra Koperasi

Berdasarkan penjelasan Pasal 33 UUD 1945, secara eksplisit koperasi merupakan bangun perusahaan yang sesuai bagi perekonomian Indonesia.Secara yuridis selama UUD 1945 masih merupakan landasan struktural Indonesia maka semua warga negara dan pemerintah Indonesia wajib menjaga keberadaan dan mengembangkan koperasi menjadi sektor ekonomi yang kuat sehingga mampu berperan sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Meskipun konsep koperasi merupakan konsep yang sifatnya general, namun koperasi di Indonesia mempunyai karakteristik yang berbeda dengan koperasi di negara lain. Koperasi Indonesia tidak sekedar sebagai badan usaha seperti firma, perseroan terbatas, tetapi koperasi Indonesia

merupakan agen pembangunan untuk pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan berperan untuk menyebarluaskan jiwa dan semangat koperasi untuk dapat dikembangkan pada perusahaan swasta dan negara. Namun demikian, rendahnya kualitas SDM koperasi, adanya kasus-kasus penyimpangan, serta kurang optimalnya peran pengawas menyebabkan kehidupan dan kinerja koperasi semakin terpuruk sehingga masyarakat trauma dan memiliki persepsi yang negatif terhadap koperasi. Untuk membangun kembali citra koperasi, maka pemerintah perlu mensosialisasikan substansi dan nilai-nilai luhur koperasi kepada seluruh warga negara, khususnya generasi muda, mengembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan pada koperasi; membangun jaringan kerja sama dengan pelaku ekonomi lainnya, serta dibutuhkannya political will yang kuat dari pemerintah untuk mengembangkan koperasi, serta berani bertindak tegas terhadap koperasi yang tidak sehat maupun membubarkan organisasi yang berkedok koperasi. Pemerintah harus memainkan peran yang aktif untuk menjaga kelestarian dan mengembangkan koperasi agar dapat menjadi sektor ekonomi yang kuat sebagai soko guru perekonomian nasional. Namun dalam realitanya, banyak kebijaksanaan ekonomi yang ternyata merugikan kehidupan perkoperasian, dan sebaliknya usaha swasta memperoleh berbagai fasilitas dan keuntungan akibatnya kehidupan koperasi menjadi terpinggirkan sementara itu usaha swasta tampil ke depan sebagai panglima ekonomi Indonesia. Hal ini boleh-boleh saja, namun sayangnya usaha swasta yang berkembang ini hanya dimiliki oleh beberapa orang yang sebagian besar merupakan warga negara Indonesia non pribumi ataupun milik swasta asing.

Upaya membangun citra koperasi ini akibat dari masih banyak juga koperasi yang kinerjanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga menyebabkan trauma dan citra koperasi

menjadi negative. Beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah:

1.Ketidakmampuan koperasi menjalankan fungsi yang dijanjikan.

 Banyak alasan mengapa orang-orang menginginkan terbentuknya koperasi, antara lain untuk

memperoleh pelayanan usaha yang optimal. Dengan berkoperasi, para anggota menginginkan dapat memperoleh barang-barang kebutuhan pokok dan barangbarang kebutuhan usaha secara tepat waktu dan harga yang relative lebih murah, memperoleh pinjaman dengan syarat yang lebih mudah, dapat menjual produk dengan harga yang menguntungkan, meningkatkan posisi tawar terhadap pihak lain, dapat mengembangkan usaha lanjutan (misalnya pengolahan dan pemasaran) serta meningkatkan kekuatan dalam menghadapi praktek monopoli maupun persaingan. Apabila koperasi tidak mampu menjalankan fungsinya untuk mewujudkan apa yang diharapkan anggotanya, sudah barang tentu para anggota merasa kecewa yang akhirnya muncul citra yang kurang baik terhadap koperasi.

2. Adanya penyimpangan kegiatan usaha tidak sesuai dengan kepentingan anggota.

Dalam perkembangannya, jika tidak hati-hati dapat terjadi penyimpangan kegiatan koperasi yang lebih mengutamakan kepentingan pengurus atau investor, sehingga kebijaksanaan yang diambil justru digunakan untuk membela dan melindungi kepentingan pengurus/investor. Sebagai contoh dalam koperasi simpan pinjam, penerapan bunga pinjaman yang relatif tinggi kepada anggota, dengan maksud dapat membayar bunga yang relatif tinggi terhadap para

penabung/investor. Contoh lain, koperasi dimanfaatkan untuk kepentingan politik atau kelompok tertentu.

3. Kualitas sumber daya manusia yang rendah.

Suatu organisasi termasuk koperasi akan dapat maju dan berkembang apabila didukung oleh sumber daya yang berkualitas, khususnya untuk pengurus atau pengelola. Perlu disadari bersama bahwa koperasi bukan merupakan organisasi social yang usahanya memberikan santunan, bantuan cuma-cuma, bantuan social dan sebagainya. Adalah keliru, jika seseorang ingin menjadi anggota koperasi dengan maksud untuk memperoleh bantuan. Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berwatak social, sehingga dalam menjalankan kegiatannya tetap berpegang pada prinsip-prinsip bisnis, berusaha mengembangkan usaha, memperoleh keuntungan, bertindak rasional, mencari dan memanfaatkan peluang dengan tetap memperhatikan pelayanan dan kepentingan anggota. Sebagai organisasi ekonomi, koperasi memerlukan pengurus/pengelola yang berkualitas, sehingga mampu menjalankan manajemen organisasi dan usaha yang baik, kreatif, inovatif dan mampu menjalin komunikasi ke berbagai pihak. Sebaliknya jika pengurus/pengelola koperasi tidak berkualitas,

maka pengelolaan usaha dilakukan seadanya, hasil usaha yang dicapai rendah atau usahanya tidak berkembang. Jika usaha koperasi tidak berkembang, para anggota merasa dirugikan, akibatnya mereka merasa berkoperasi tidak ada manfaatnya sehingga citra koperasi menjadi kurang baik.

4. Pengawas bekerja tidak optimal.

 Pengawas atau badan pemeriksa dipercaya oleh rapat anggota ditugasi melakukan monitoring dan pengawasan jalannya kehidupan koperasi baik organisasi, usaha, maupun administrasi pembukuan. Adanya pengawas diharapkan dapat menyelamatkan harta kekayaan milik organisasi, anggota maupun stakeholder yang lain. Untuk itu pengawas harus melakukan pemeriksaan secara rutin, baik yang dilakukan secara mendadak maupun periodik dan selanjutnya melakukan tindak lanjut apabila ditemukan adanya penyimpangan. Kenyataannya, banyak pengawas yang tidak optimal dalam menjalankan tugasnya, tidak melakukan pemeriksaan secara dini, hanya memeriksa sekali setahun dan dilakukan secara sekilas. Akibatnya tidak diketahui adanya penyimpangan yang terjadi. Tidak berfungsinya pengawas memungkinkan terjadinya penyimpangan sehingga koperasi menderita kerugian

5. Pengurus/pengelola tidak jujur.

Kejujuran berkaitan dengan sikap mental dan moral. Banyak koperasi yang mengalami kebankrutan karena pengurus/ pengelolanya bersikap korup, ingin memperkaya diri serta memanfaatkan fasilitas koperasi untuk memenuhi kepentingan diri sendiri atau golongan.

 

Mengatur Manajemen keseluruhan Koperasi Dengan Tepat

Untuk mempertahankan keberadaan koperasi di indonesia adalah mengurangi dan menghilangkan faktor faktor yang mengakibatkan kinerja buruk bagi koperasi itu sendiri,dimulai dari pemakaian Sumber Daya Manusia yang layak untuk menjalankan manajemen koperasi,SDM layak disini adalah SDM yang berpotensi dan memiliki skill yang bagus demi kelangsungan hidup koperasi,serta menjauhkan koperasi dari pihak pihak yang hanya memanfaatkan koperasi untuk keuntungan saja.Upaya penggunaan SDM yang layak akan berakibat bagus bagi koperasi karena koperasi akan lebih bisa bertahan bersaing dalam dunia perekonomian indonesia yang dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan asing.Karena kenyataan yang miris di indonesia adalah banyaknya badan usaha milik pemerintah yang beroperasi layaknya perusahaan asing ataupun swasta yang mengutamakan keuntungan daripada kesejahteraan masyarakat indonesia.padahal Badan Usaha milik negara dilarang mengambil keuntungan secara langsung dari rakyat.Selain SDM koperasi juga harus mengembalikan kepercayaan berbagai pihak agar mau kembali berpartisipasi dalam kegiatan koperasi terutama perbankan,karena bank merupakan faktor penting demi kelancaran kegiatan koperasi itu sendiri. Karena bila Koperasi telah memperbaiki kembali hubungannya dengan Bank yaitu mengembalikan kepercayaan bank itu akan berakibat baik dari segi koperasi dalam memperoleh dana atau kredit dari bank.karena dana yang diperoleh dari bank dapat digunakan dalam kegiatan koperasi sehingga keberadaan koperasi dapat di pertahankan.

Dan yang paling utama dari upaya menyelamatkan keberadaan koperasi indonesia adalah mengembalikan kedudukan utama koperasi sebagai sokoh guru perekonomian ,karena apabila kedudukan ini kembali di capai koperasi akan menjadi faktor mutlak untuk keberadaan koperasi di indonesia,memang kedudukan itu sekarang bukannya tidak di duduki oleh koperasi tapi kedudukan itu banyak di pandang sebelah mata oleh berbagai pihak sehingga tidak memiliki pengaruh yang berarti dalam perekonomian di Indonesia.Dalam mewujudkan upaya ini tentu mebutuhkan banyak waktu,tenaga dan butuh dukungan dari masyarakat indonesia itu sendiri serta kekuatan hukum yang harus dimiliki oleh koperasi di dalam Undang-undang.Oleh karena itu dalam upaya mempertahankan keberadaan koperasi indonesia marilah kita semua ikut terlibat mulai dari hal sederhana yang dapat kita lakukan seperti ikut serta masuk emnjadi anggota koperasi di daerah tempat tinggal kita,karena hal ini bila dilakukan setiap rakyat indonesia akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup koperasi,kelancaran kegiatan koperasi dan keberadaan koperasi itu sendiri di Indonesia.

 

Reff : journal.uny.ac.id/index.php/jep/article/download/598/455‎ 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s