Proses Sosiologi Dan Interaksi Sosiologi

Proses Sosiologi Dan Interaksi Sosiologi

          Pengetahuan tentang proses-proses sosial memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengertian mengenai segi dinamis kehidupan dari masyarakat atau gerak masyarakatnya. Dahulu banyak yang menyamakan perubahan sosial dengan proses sosial, karna ingin melepaskan diri dari yang namanya menitikberatkan pada strukturnya daripada masyarakatnya. Para sosiolog memperhatikan dari kedua segi masyarakat, yaitu segi statisnya atau struktur masyarakat serta segi dinamisnya atau fungsi masyarakatnya. Masyarakat mempunyai bentuk-bentuk struktural seperti kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, stratifikasi dan kekuasaan, akan tetapi semua itu mempunyai suatu derajat dinamika tertentu yang menyebabkan pola-pola perilaku yang berbeda, Semua itu tergantung dari masing-masing situasi yang dihadapi. Sedangkan, perubahan dan perkembangan masyarakat yang mewujudkan segi dinamiknya disebabkan karena adanya hubungan antara yang satu dengan hubungan yang lainnya atau kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.

            Dengan demikian, proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan atau kelompok-kelompok sosial saling bertemu. Dengan perkataan lain proses sosial dapat di artikan sebagai pengaruh timbal-balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Misalnya, sosial dengan  politik, politik dengan ekonomi serta ekonomi dengan hukum dll. Proses  sosial yang mencangkup ruang lingkup yang luas merupakan serangkaian sosiologi pada tingkat lanjutan.   Interaksi sosial merupakan kunci dari semua segi kehidupan sosial, oleh karena itu tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orang perorangan secara badaniah belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Pergaulan hidup semacam itu akan terjadi apabila kelompok-kelompok manusia dapat saling berkerja sama, saling berbicara, dan seterusnya sampai mendapatkan tujuan bersama. Maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah dasar proses sosial,pengertian yang mana menunjukan hubungan sosial yang dinamis.

Interaksi sosial sebagai faktor utama dalam kehidupan sosial

            Bentuk umum dari proses sosial adalah interaksi sosial. Oleh karena itu interaksi sosial merupakan syarat terjadinya aktifitas-aktifitas sosial. apabila kedua orang bertemu interaksi sosialpun di mulai pada saat itu. Dari mulai berbicara, saling menyapa, berjabat tangan atau mungkin bahkan berkelahi. Aktivitas tersebut merupakan dari bentuk-bentuk proses interaksi sosial. Walaupun orang-orang yang bertemu muka tidak saling berbicara dan lain-lain, interaksi dalam keadaan seperti itu sebenarnnya sudah terjadi sebab masing-masing sadar akan adanya pihak-pihak lain yang membuat perubahan-perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang-orang yang bersangkutan. Misalnya seperti bau keringat, minyak wangi, suara berjalan dan sebagainnya, semua itu menimbulkan kesan didalam perilaku seseorang kemudian menentukkan tindakan apa yang akan dilakukannya.

Interaksi sosial antara kelompok manusia terjadi antara kelompok sebagai kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi angotannya. Sebagai contoh seorang guru menghadapi murid-muridnya yang merupakan suatu kelompok manusia didalam kelas. Didalam interaksi sosial tersebut hal yang akan tampak bahwa guru akan mecoba untuk menguasai kelasnya supaya interaksi sosial dapat berlangsung seimbang, dimana sesuatu terjadi antara pengaruh dengan mempengaruhi antara kedua belah pihak

Berlangsungnya proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, antara lain :

1.Faktor Imitasi

Mempunyai peranan yang sangat penting dalam interaksi sosial. Salah satu dari segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk memenuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku, namun demikian imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif dan dapat juga melemahkan atau bahkan mematikan daya kreasi seseorang.

√  Elemen-elemen yang menyebabkanterjadinyafaktorimitasi:

♠ bahwapadadiriindividu yang bersangkutanterdapatminatterhadaphal-hal yang akanditirunya, dankemudianmenimbulkanperhatianbesar, terhadaphal-hal yang bersangkutan.

♠ bahwapadadiriindividu yang bersangkutan, adaanggapanbahwahal-hal yang diminatinyaadasatunilai yang berhargadanbergunabagidirinya.

2.Faktor Sugesti

Berlaangsung apabila seseorang memberikan pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian di terima oleh pihak lain. Jadi proses ini sebenarnya hampir sama dengan imitasi akan tetapi titik tolaknya berbeda

√  Elemen-elemen yang menyebabkanterjadinyafaktorsugesti:

A.Faktorhambatandayakemampuanberfikir

  • ●Perhatikankondisi-kondisikelemahan orang yang akan di sugesti. Orang yang mudah di sugestibiasanya orang yang beradadalamketidakmampuanmenggunakandayapikirnya.

B.Faktordayapikir yang terpecah-pecah

  • ●Dalam proses inidimanaseseorangindividuitusedangmengalamibanyaksekalipikiran (banyakhal-hal yang di pikirkannya).

C. FaktorPenggunaanKewibawaan

  • ●maksudnyaialahmisalnyaseseorangpunyapengalaman di masalampau yang telah di akuiwibawanyaoleh orang-orang yang akan di sugesti.

3.Faktor Indentifikasi

Sebenarnya merupakan kecenderungan-kecenderungan atau bisa dikatakan keinginan –keinginan untuk menjadi sama dengan pihak lain yang didorong oleh keinginan untuk belajar dari pihak lain yang kedudukkannya lebih tinggi dan harus dihormati karena mempunyai kelebihan serta kemampuan yang patut dijadikkan contoh. Faktor indentifikasi disini sifatnya lebih mendalam dari faktor imitasi. Walau dapat berlangsung dengan sendirinya proses indentifikasi dapat berlangsung dalam keadaan benar-benar mengenal pihak lain sehingga pandangan, sikap maupun kaidah yang berlaku pada pihak lain dapat melembaga dan bahkan menjiwainya.

√  Elemen-elemen yang menyebabkanterjadinyafaktoridentifikasi:

A. awalnyatidak di sadari

B. kemudianterdapatnyasuatuhubunganantarasuatu motif tidaksadardengannilai-nilai yang menjadisasaranidentifikasi.

4.Faktor Simpati

Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain.dorongan utama pada simpati ini adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk berkerja sama dengannya. Proses simpati akan dapat berkembang didalam suatu keadaan dimana faktor saling mengerti dan terjamin.

5.Faktor Empati

Salah satu proses untuk merasakan penderitaan orang lain sehingga menimbulkan rasa atau suatu tindakan nyata yang dapat merubah suatu keadaan orang tersebut.

 

Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya yang kemudian menimbulkan suatu prasangka-prasangka. Kehidupan terasing yang sempurna ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi dengan pihak-pihak lain.

Syarat-syarat terjadinya Interaksi sosial

Terdapat dua syarat dalam proses Interaksi sosial, yaitu:

  • Adanya kontak sosial, dan
  • Adanya komunikasi

Kata kontak berasal dari bahasa latin con atau cum (yang artinya bersama-sama) dan tango (yang artinya menyentuh), jadi artinya adalah bersama-sama menyentuh. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu:

a)         Antara orang-perorangan, misalnya anak kecil mempelajari kebiasaan keluarganya melalui proses sosialisasi (sosialization) yaitu suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma serta nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota .

b)        Antara orang-perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya, misalnya apabila seseorang merasakan bahwa tindakannya berlawanan dengan norma masyarakat atau apabila partai politik memaksa anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya.

c)         Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia yang lainnya, umpannya dua partai politik yang mengadakan kerja sama untuk mengalahkan partai politik yang ketiga dalam pemilihan umum.

Terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan akantetapi juga anggapan terhadap tindakan tersebut.

Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut:

  1. Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada pihak lain.
  2. Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan.
  3. Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, dan perasaan.
  4. Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar, dan film.
  5. Efek, yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.

Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut.

  • Encoding. Pada tahap ini, gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar.
  • Penyampaian. Pada tahap ini, istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan.
  • Decoding. Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki.

Bentuk-bentuk Interaksi sosial

Bentuk-bentuk Interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition) dan bahkan dapat juga berupa pertikaian atau pertentangan (conflict). Menurut Gilin dan Gilin terdapat dua macam proses sosial sebagai akibat Interaksi sosial, yaitu:

  1. Proses yang asosiatif (processes of association)yang terbagi kedalam tiga bentuk khusus, yakni:
  2. Akomondasi
  3. Asimilasi dan akulturasi
    1. Proses yang disosiatif (processes of dissociation) yang mencangkup, yakni:

a)         Persaingan

b)        Persaingan yang meliputi kontraversi dan pertentangan atau pertikaian.

Proses Interaksi yang pokok adalah:

  • Kerja sama (cooperation)
  • Akomodasi (accomondation)

Asimilasi (assimilation)

Asimilasi merupakan proses sosial taraf lanjut yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses mental dengan memperhatikan tujuan bersama. Secara singkat, proses asimilasi mengindentifikasi dirinya dengan kepentingan serta tujuan bersama. Proses asimilasi timbul bila ada :

  • Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaaan
  • Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu lama, sehingga
  • Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing dan saling menyusaikan diri.

Apabila toleransi tersebut mendorong terjadinya komunikasi, maka faktor tersebut dapat mempercepat asimilasi. Perkawinan campuran (amalgamation) merupakan faktor yang paling menguntungkan bagi lancarnya proses asimilasi..Faktor-faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadi proses asimilasi adalah antara lain:

  • Terisolasi  kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat (biasanya golongan minoritas).
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
  • Perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan yang dihadapi.
  • Perasaan bahwa kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.

Asimilasi menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan sosial, adat-istiadat serta interaksi sosial. Perubahan-perubahan dalam pola adat-istiadat dan interaksi sosial kadang kala tidak terlalu penting dan menonjol. Akulturasi adalah dua kebudayan yang hidup berdampingan secara damai.

Proses Disasosiatif

Proses-proses disasosiatif sering disebut juga sebagai oppositional processes, sama halnya dengan kerja sama dapat ditemukan pada setiap masyarakat walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan. Proses-proses yang disasosiatif dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu: persaingan, kontraversi (contravertion), pertentangan atau pertikaian (conflict).

  1. Persaingan (Competition)

Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial, dimana individu atau kelompok-kelompok saling bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang ada pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelomppok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa menggunakan ancaman ataupun kekerasan. Tipe-tipe yang menghasilkan beberapa bentuk persaingan, yaitu antara lain:

  • Persaingan ekonomi
  • Persaingan kebudayaan
  • Persaingan kedudukan dan peranan
  • Persaingan ras

Kontravensi (contraventition)

Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antar persaingan dan pertentangan atau pertikaian yang ditandai dengan gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana dan perasaab tidak suka disembunyikan, kebencian dan ragu-raguan terhadap kepribadian seseorang.

Tipe-tipe Kontravensi

Menurut Won Wiese dan Becker terdapat tiga umum kontravensi dalam masyarakat, yaitu : kontravensi generasi masyarakat, kontravensi yang menyangkut seks dan kontravensi parlementer.

Tipe-tipe yang dimasukkan kategori kontravensi tidak menggunakan kekerasan atau ancaman antara lain sebagai berikut :

  1. Kontravensi antar masyarakat setempat yang mempunya dua bentuk, yaitu kontravensi antara masyarakat setempat yang berlainan dengan kontravensi antara golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle).
  2. Antagonisme keagamaan
  3. Kontravensi intelektual, sebagai contoh sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi terhadap mereka yang kurang beruntung dalam berpendidikan.
  4. Oposisi moral, hal ini berhubungan erat dengan latar belakang kebudayaan yang menimbulkan prasangka terhadap taraf kebudayaan tertentu lain Termasuk didalamnya sistem nilai yang menyangkut bidang moral.

Pertentangan (Pertikaian atau Conflict)

Pertentanga atau pertikaian adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai  dengan ancaman ataupun kekerasan.

Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus, yaitu:

  • Pertentangan pribadi
  • Pertentangan rasial
  • Pertentangan antara kelas-kelas sosial
  • Pertentangan politik
  • Pertentangan yang bersifat internasional

 

Akibat-akibat bentuk pertentangan, yaitu:

  • Tambahnya solidaritas in-group
  • Pertentangan antara golongan-golongan
  • Perubahan kepribadian para individu
  • Hancurnya harta benda serta akomondasi

Reff : http://binamandirikursuskomputer.blogspot.com/2012/05/makalah-sosiologi-interaksi-sosial.html

http://rzaharani.blogspot.com/2012/03/proses-sosialisasi-dan-interaksi-sosial.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s