INSOMNIA

INSOMNIA

Insomnia adalah suatu kelainan / penyakit dimana berada dalam keadaan sulit tidur, sulit mencapai kondisi tertidur lelap, atau keduanya. Jika mengalami Insomnia, biasanya Anda akan bangun dalam kondisi tidak segar, yang akan mengganggu kondisi beraktivitas sepanjang hari. Insomnia tidak cuma bisa menguras energi dan mood, namun juga kesehatan, aktivitas kerja dan kualitas hidup Anda.
Sebenarnya berapa lama idealnya kita tidur? Untuk hal ini tergantung tiap-tiap individu. Kebanyakan orang butuh tidur antara 7 – 8 jam per hari. Banyak orang mengalami insomnia hanya untuk masa-masa tertentu, namun ada pula yang mengalami insomnia jangka panjang (insomnia kronik).

Penyebab Umum Insomnia, antara lain:

  • Stres Kekhawatiran tentang pekerjaan, sekolah, kesehatan atau keluarga dapat menyebabkan pikiran anda aktif di malam hari dan membuat anda sulit tidur. Kehidupan yang penuh tekanan, seperti sanak keluarga yang meninggal atau sakit, perceraian atau PHK, juga bisa menyebabkan insomnia.
  • Cemas / Resah. Perasaan cemas / resah yang muncul sepanjang kita beraktivitas sampai gangguan rasa cemas yang serius juga bisa mengganggu tidur anda.
  • Depresi. Anda bisa jadi tidur berkepanjanganb atau jadi sulit tidur saat anda depresi. Ini bisa terjadi akibat ketidak-seimbangan kimiawi di otak atau kecemasan yang disertai depresi bisa membuat anda tidak bisa tenang saat tidur. Insomnia bisa juga disertai penyakit mental
  • Obat-obatan. Banyak pengobatan dapat menyebabkan sulit tidur, termasuk obat anti-depresi, obat jantung dan obat tekanan darah, anti-alergi, obat stimulan (seperti: Ritalin) dan Kortikosteroid. Banyak obat-obat bebas (OTC / Over-The-Counter), termasuk obat penahan rasa sakit (analgesik), obat batuk-pilek (dekongestan) dan produk pelangsing tubuh, mengandung kafein dan bahan stimulan lainy. Anti-histamin bisa membuat anda merasa resah, dan zat tersebut bisa membuat masalah urinasi yang bisa menyebabkan anda selalu terjaga untuk pipis sepanjang malam.
  • Kafein, Nikotin dan Alkohol. Kopi, teh, cola dan minuman yang mengandung kafein terkenal sebagai stimulan. Minum kopi di sore hari bisa menyebabkan anda terjaga di malam hari. Nikotin dalam rokok juga merupakan stimulan yang bisa menyebabkan insomnia. Alkohol itu sebenarnya punya efek menenangkan dan bikin ngantuk (sedatif), namun alkohol juga malah berefek tidak bisa mencapai tahap tidur lelap dan bisa membuat anda terbangun di malam hari.
  • Kondisi Medis. Jika anda menderita rasa sakit jangka panjang (sakit kronik), kesulitan bernafas atau sering pipis, anda mungkin mengidap insomnia. Kondisi medis yang sering dihubungkan dengan insomnia, seperti radang sendi (arthritis), kanker, kelainan jantung, penyakit paru, penyakit saluran pencernaan – GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease), kelenjar tiroid aktif, stroke, parkinson dan alzheimer (pikun). Pastikan bahwa kondisi medis anda benar-benar terjaga, maka kondisi insomnia anda bisa dikendalikan. Jika anda mengidap arthritis, sebagai contoh, minum obat pereda sakit akan membantu anda untuk tidur.
  • Perubahan Suasana Lingkungan atau Jadwal Kerja. Bepergian dan bekerja larut atau terlalu pagi dapat mengganggu siklus 24 jam, yang membuat sulit tidur. Siklus tubuh bekerja sebagai jam internal, mengarahkan hal-hal seperti siklus tidur-bangun, metabolisme dan suhu tubuh.
  • Kebiasaan Buruk Saat Tidur. Kebiasaan yang dapat membantu tidur nyaman dan nyenyak disebut juga Sleep Hygiene. Sleep Hygiene yang buruk itu termasuk jadwal tidur tidak teratur, beraktivitas sebelum tidur, lingkungan tidur yang tidak nyaman dan penggunaan ranjang untuk aktivitas selain tidur.  
  • Kecemasan tentang Insomnia. Insomnia bisa terjadi ketika anda terlalu cemas akan tidak bisa tidur dan terlalu memaksakan diri untuk tidur. Kebanyakan orang dengan kondisi seperti ini, biasanya akan tidur lebih baik ketika mereka jauh dari lingkungan tidurnya atau ketika mereka tidak berusaha untuk tidur, seperti ketika mereka nonton TV atau membaca.
  • Makan terlalu larut malam. Makan snack ringan sebelum tidur tidak apa, namun kalau makan terlalu banyak malah akan membuat anda merasa tidak nyaman ketika berbaring, malah mempersulit untuk tidur. Banyak orang malah merasa heart burn – dada terasa panas akibat terjadinya salah alir asam lambung dan makanan ke arah dada. Perasaan tidak nyaman ini bisa membuat anda terjaga.

Anda tidak perlu khawatir, karena mungkin anda cuma perlu merubah sedikit kebiasaan tidur untuk melawan insomnia.

Gejala Insomnia antara lain:

  • Sulit mencapai tahap tertidur lelap
  • Terbangun saat tidur
  • Terlalu cepat bangun tidur
  • Tidak merasa cukup istirahat setelah tidur malam
  • Merasa ngantuk di siang hari
  • Merasa resah, depresi dan gusar
  • Sulit konsentrasi saat beraktivitas
  • Seringnya melakukan kesalahan atau kecelakaan kecil
  • Sering merasa sakit kepala
  • Sering muncul gangguan pencernaan.
  • Munculnya kekhawatiran akan kondisi tidur.

 Seseorang dengan gejala Insomnia kadang butuh waktu 30 menit atau lebih untuk benar-benar bisa tertidur lelap dan bisa saja cuma tidur hanya 6 jam atau kurang dari itu selama 3 hari atau lebih dalam seminggu.

Faktor Resiko
Semua orang kadang bisa sulit tidur. Namun resiko untuk mengalami insomnia lebih besar untuk :

  • Wanita. Wanita lebih berisko terkena insomnia. Perubahan hormon semasa siklus menstruasi dan menopause bisa jadi berperan di sini. Ketika menopause, keringat dan rasa panas sering mengganggu tidur.
  • Umur lebih dari 60 tahun. Dengan perubahan pola tidur, insomnia makin menjadi sejalan dengan umur.
  • Mengalami Gangguan Mental / Kejiwaan. Banyak kelainan / penyakit, termasuk depresi, kecemasan, penyakit gangguan emosi (bipolar disorder) dan stres akibat trauma, bisa mengganggu kualitas tidur. Terbangun terlalu pagi adalah gejala klasik depresi dini.
  • Mengalami Stres Berat. Kejadian yang menbuat stres bisa menyebabkan insomnia sementara, dan kejadian yang bisa menyebabkan stres jangka panjang seperti meninggalnya orang terkasih atau perceraian bisa menyebabkan insomnia kronik. Kondisi ekonomi rendah / miskin atau tidak punya pekerjaan dapat meningkatkan resiko.
  • Bekerja malam atau Perubahan Giliran Kerja. Bekerja malam atau seringnya berganti giliran kerja dapat meningkatkan resiko insomnia.
  • Bepergian Jauh. Kondisi Jet lag akibat bepergian ke luar negeri yang beda zona waktu dapat menyebabkan insomnia. 

Perawatan dan Obat

Mengubah kebiasaan tidur dan perhatikan hal-hal yang bisa menyebabkan insomnia bisa membuat orang-orang yang menderita insomnia kembali bisa tidur nyenyak. Higienis tidur yang baik – hal yang sederhana seperti menjaga waktu tidur dan bangun – dapat membuat anda tidur lebih nyenyak dan lebih siaga di siang harinya.  Jika cara tersebut belum menunjukkan hasil, maka dokter anda mungkin akan merekomendasikan obat untuk membantu anda tenang dan bisa tertidur.

Terapi Perilaku
Terapi perilaku akan mengajarkan perilaku tidur baru dan cara baru yang akan memperbaiki lingkungan tidur anda. Terapi perilaku ini bisa dibilang sama efektifnya bahkan mungkin bisa lebih efektif daripada obat tidur. Terapi perilaku biasanya direkomendasikan sebagai langkah awal untuk pengobatan insomnia.

Obat-Obatan
Mengkonsumsi obat-obat tidur, seperti zolpidem (Ambien), eszopiclone (Lunesta), zaleplon (Sonata) atau ramelteon (Rozerem), bisa membantu anda tidur. Namun, pada beberapa kasus, obat-obatan macam ini bisa menyebabkan reaksi alergi berat, wajah bengkak dan perilaku aneg seperti mengemudi atau menyiapkan dan makan makanan saat tidur. Untuk orang berumur, efek samping obat tidur akan lebih keluar, termasuk jadi limbung, berpikir tidak logis, berjalan-jalan di malam hari, tegang dan gangguan keseimbangan.
Para dokter tidak merekomendasikan mengkonsumsi obat tidur lebih dari beberapa minggu tapi ada beberapa obat baru bisa diresepkan untuk waktu lebih lama. Namun, pengobatan dengan obat tidur bisa menimbulkan kecanduan.
Jika anda mengalami depresi, demikian pula insomnia, dokter anda mungkin akan meresepkan anti-depresan dengan efek sedatif (membuat ngantuk), seperti trazodone, doxepin or mirtazapine (Remeron).

PENGOBATAN ALTERNATIF

Banyak pasien insomnia tidak datang ke dokter untuk mengatasi insomnia mereka, mereka berusaha mengatasinya sendiri.

Berikut adalah beberapa terapi yang bisa membantu:

  • Melatonin. Suplemen makanan over-the-counter ini dipasarkan untuk membantu mengatasi insomnia. Tubuh kita bisa memproduksi melantonin secara alami, menyebarkannya ke dalam aliran darah anda akan menambah jumlah melantonin hingga pagi hari. Orang-orang tua mendapatkan manfaat lebih besar dari melantonin, namun sebenarnya belum ada bukti kuat yang benar-benar membuktikan bahwa melantonin efektif untuk insomnia. Penggunaan melantonin cukup aman untuk beberapa minggu, namun belum diketahui jelas keamanannya untuk pemakaian jangka panjang. Dosis yang dianjurkan 0.3 – 5 miligram per hari.
  • Valerian. Juga merupakan suplemen makanan yang dijual sebagai perawatan tidur karena memiliki efek sedatif. Namun, suplemen ini belum begitu banyak dipelajari ilmuwan. Sebagai informasi tambahan, produk ini tidak jarang diasosiasikan dengan kerusakan hati pada beberapa pasien, namun belum terlalu jelas apakah benar itu karena valerian. Dosis yang direkomendasikan untuk valerian adalah 400 – 900 mg per hari dengan ekstrak yang mengandung 0,4 – 0,6 % asam valerian. .
  • Akupuntur.  Selama sesi akupuntur, ahli akupuntur memasangkan banyak jarum runcing dan tipis panjang ke kulit anda di titik-titik penting tubuh anda. Sudah terbukti bahwa akupuntur benar bermanfaat untuk mengatasi insomnia.

Pastikan anda berkonsultasi ke dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen herbal atau produk over-the-counter tersebut, karena bisa jadi bisa berkomplikasi ke pengobatan anda, seperti dengan L-tryptophan, bisa berbahaya. Demikian sedikit informasi tentang Insomnia dan semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca.Semoga kita tidak terkenan insomnia agar kesehatan kita tidak terganggu.

 

Reff:    http://www.mayoclinic.com/health/insomnia/DS00187

            http://artikelpedulikesehatan.blogspot.com/2011/02/semua-tentang-insomnia.html

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s