Mengapa koperasi sulit berkembang di Indonesia

Mengapa koperasi sulit berkembang di Indonesia

Koperasi di Indonesia di definisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan juga sebgai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Prinsip koperasi di indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang di akui dunia internasional,perbedaannya hanya pada penejelasan mengenai sisa hasil usaha.

Pertumbuhan koperasi itu sendiri  di indonesia dimulai tahun 1896 yangn selanjutnya berkembang tdari waktu ke waktu sampai sekarang. Tetapi perkembangan koperasi di indonesia mengalami pasang naik dan turun dengan titik berat lingkungan kegiatan usaha secara menyeluruh yang berbeda-beda dari waktu kewaktu sesuai iklim lingkungannya.Kegiatan koperasi di indonesia  bergerak di bidang simpan pinjam,penyediaan barang-barang konsumsi lalu koperasi menekankan kegiatan di bidang penyediaan barang-barang produksi.

Perkembangan koperasi di Indonesia susah berkembang disebabkan beberapa sebab salah satunya adalah kurangnya dukungan pemerintah terhadap koperasi untuk mewujudkan koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional. Karna pemerintah hanya berpihak pada kebijakan koperasi tapi kurang berpihak terhadap penyediaan anggaran untuk memodali kegiatan koperasi sehingga membuat kegiatan koperasi kurang berjalan  dengan baik. Dan kurangnya program pemerintah terkait pendampingan dan pemberdayaan koperasi yang seharusnya harus digalakkan sehingga koperasi indonesia semakin profesional,terpercya dan semakin bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Di negara berkembang koperasi diperlukan dalam kerangka membangun  istitusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Karena kepentingan ekonomi rakyat terutama kelompok masyarakat pada ras ekonomi kelas bawah (seperti petani,nelayan,pedagang kaki lima) lebih mudah di perjuangkan kepentingan ekonominya atau pemenuhan kebutuhannya melalui wadah koperasi, dan sebab inilah yang menjadi latar belakang pentingnya pemberdyaan koperasi di indonesia. Ciri-ciri perkembangan di Indonesia  bermacam-macam bisa dilihat dari beberapa program seperti  program pembangunan secra sektoral seperti koperasi desa dan pertanian bisa juga lihat dari perkembangan lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai negeri dan koperasi fungsional. Tetapi dalam mencapai tujuan utama koperasi yaitu untuk mensejahterakan anggotanya maupun masyarakat lainnya koperasi mengalami berbagai hambatan.

Untuk menyempurnakan tujuan atau fungsi koperasi secara maksimal suatu lembaga pelaksanaan koperasi harus memiliki pengelolaan yang efektif .

Saat ini  pengelolaan koperasi belum efektif baik dari segi manajemennya,anggarannya maupun sumber daya manusia yang berperan dalam koperasi itu sendiri,hal ini menjadi penghambat paling utama yang menyebabkan koperasi di indonesia susah berkembang ditambah dengan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kemajuan koperasi. Banyaknya lembaga ekonomi yang muncul selain koperasi juga menjadi saingan koperasi sehingga koperasi kurang mendapatkan perhatian dari pihak masyarakat maupun pemerintah yang seharusnya sebagai faktor perkembangan koperasi itu sendiri.

Disini saya akan membahas satu persatu sebab yang menjadi penghalang utama susahnya perkembangan koperasi di indonesia

1.Anggaran atau permodalan

Sulitnya perkembangan koperasi juga berhubungan dengan kondisi keuangan badan usaha tersebut karena modal menjadi aspek utama dalam kelncaran kegiatan badan usaha itu sendiri. Kendala modal itu sendiri bisa berasal dari kurangnya dukungan modal dari dalam atau terlalu tergantungnya modal dan sumber koperasi itu sendiri. Di indonesia hal ini telah menjadi topik utama dalam kendala perkembangan koperasi,pemerintah kurang memperhatikan permodalan pada koperasi sehingga koperasi kurang mendapatkan dukungan dalam bidang permodalan dari pemerintah.karena hal ini koperasi berjuang sendiri untuk melakukan terobosan struktual  dalam hal pengusaan faktor produksi khusunya permodalan itu sendiri.

2.Sumber Daya manusia

Sumber daya manusia juga merupakan faktor berkembang atau tidaknya lembaga itu sendiri karena manusia berperan dalam aktivitas sehari-hari jadi semua kegiatan manajemen dikendalikan oleh manusia itu sendiri.Banyak anggota,pengurus koperasi yang kurang bisa mendukung kelancaran dan efektiftas kegiatan koperasi.karena hal ini menjadikan koperasi berjalan secara tidak profesional  atau tidak sesuia dengan aturan maupun kaidah utamanya. Dan dalam hal pemilihan pengurus koperasi  biasanya di dasarkan dengan status sosial orang tersebut di lingkungan masyarakat dan tidak jarang orang yang dipilih tersebut kurang profesional dalam menjalankan tugasnya karna tidak memiliki basic yang bagus dalam bidang berwirausaha maupun pengalaman akdemisnya, kalau dari sisi keanggotaan biasanya pendirian koperasi berdasarkan paksaan pemerintah jadi bukan dari kesadaran anggota itu sendiri melainkan dari pihak atas. Karena ini semua berarti pengelolaan koperasi di jalankan dengan kurangnya kontrol yang ketat dari para anggotanya.

 

3. Manajemen/manajerial

Manajemen atau pengelolaan menjadi faktor yang penting dalam kelancaran kegiatan koperasi,hal ini dapat menunjukkan apakah manajemen di dalam lembaga usaha itu bagus ,kurang bagus atau tidak bagus? Hal ini bisa dilihat dari kegiatannnya dan apa aja yang telah dicapai oleh lembaga itu sendiri dalam hal kesejahteraan ekonomi.Ketidak profesionalan manajemen koperasi banyak terjadi pada koperasi yang anggota dan pengurusnya memliki tingkat kemampuan akademis yang rendah.sehingga manajemen yang diterapkan tidak membawa dampak yang bagus dalam kelancaran  koperasi itu sendiri.

Selain 3 pokok utama yang menurut saya menjadi penghambatnya sperkembangan koperasi di indonesia masih banyak hal lain yang menjadi faktornya seperti kurangnya kesadaran masyarakat untuk menyadari kebutuhan dia sendiri dan mengembangkan  diri secara mandiri,padahal bila masyarakat memiliki kesadraan itu akan menjadi motivasi utama masyarakat untuk mendirikan koperasi sehingga dapat bekerja sama dengan yang lainnya. Selain itu mayoritas masyarkat masih menganggap koperasi sebagai ekonomi kelas dua jadi ini menghambat koperasi untuk menjadi badan usaha ekonomi yang lebih besar  dan memiliki daya saing dengan lembaga ekonomi lainnya. Banyaknya koperasi di Indonesia yang berdiri berdasarkan sosialisasi pemerintah bukan berdasarkan kemauan atau kesadaran masyarkat itu sendiri menjadikan perkembangan koperasi berawal dari atas berbeda dari luar negeri yang berdasarkan kesadaran masyarakat  sehingga masyarakat mengetahui manfaat dan tujuan koperasi untuk kesejahteraan mereka dan berusaha agar koperasi itu terus berkembang.

Walaupun pendirian koperasi di indonesia berdasarkan sosialisasi dari pemerintah tetapi kenyataannya sosialisasi itu belum optimal sehingga tingkat partisipasi anggota  masih rendah ,terbukti dengan pengetahuan anggota yang sebatas tahu bahwa koperasi itu hanya untuk melayani konsumen baik untuk barang maupun jasa peminjaman.Mereka tidak mengetahui bahwa mereka sebagai anggota berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi itu sendiri dan berhak mengawasi kinerja pengurusnya yang mungkin saja melakukan penyelewangan dana karena kurangnya kontrol dari anggota. Dan yang paling menarik adalah terbuktinya bahwa koperasi terlalu di manjakan pemerintah dalam hal pendanaan maksudnya di manjakan adalah pemerintah sering memberi bantuan dana tanpa harus koperasi mengembalikan dana itu bila sudah mendapatkan untung,ini menjadi lahan yang bagus untuk anggota atau pengurus yang mempunyai niat melakukan penyelewangan dana karena mereka berpikir pemerintah tidak akan mengawasi penggunnaan dana tersebut untuk kemajuan koperasi. Hal ini juga menjadikan koperasi selalu hanya berharap dengan bantuan yang diberikan pihak lain sehingga kurang atau tidak ada usaha untuk mendapatkan dana dari usaha mereka sendiri, karena ini juga menjadikan pihak pemerintah menjadi pihak yang dirugikan. Dan Kurangnya pengembangan kerjasama atar usaha koperasi menjadikan perkembangan koperasi di Indonesia kurang maksimal ,ini bisa membuktikan bahwa kurangnya perhatian kita sebagai masyarkat indonesia terhadap perkembngan koperasi seharusnya kita ikut berpartisipasi dalam hal ini seperti menjadi anggota maupun pengurusnya agar koperasi menjadi badan uasah yang bagus. Perkembangan koperasi juga terhambat karna banyaknya muncul badan usaha lainnya yang lebih besar dan kemajuan perusahaan-perusahaan yang menjadi saingan berat bagi koperasi itu sendiri.

 

Reff :

 Wartakotalive.com & kompas.com

http://purwakartakab.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&catid=49:koperasi&id=99:sejarah-koperasi&Itemid=30

by Winda Hartati Sirumapea

 Tugas 2

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s